Minggu, 05 April 2015

Teknik Pengambilan Sampel Acak

Nama : M. Rico la Dita
Kelas   : 2 KA 40                    
NPM    : 16113100

Teknik Pengambilan Sampel Acak Secara :

1         Acak Sederhana :
Menurut pendapat Supranto dan sugiyono “Teknik pengambilan acak sederhana adalah pengambilan suatu sampel dengan n elemen dipilih dari suatu populasi N elemen sedemikian rupa sehingga setiap kemungkinan sampel dengan elemen mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih.Ini berarti semua anggota populasi menjadi anggota dari kerangka sampel”.
Dan dapat di contohkan seperti berikut ini :
·         Sebuah populasi yang terdiri dari 12 orang dan disusun dalam bentuk abjad A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L. Bila dari populasi tersebut diambil 2 orang sebagai sampel maka diperoleh kombinasi sebagai berikut. AB, AC, AD, AE, AF, AG, AH, AI, AJ, AK, AL, BC, BD, BE, BF, BG, BH, BI, BJ, BK, BL, CD, CE, CF, CH dan seterusnya sebanyak 66 buah kombinasi sampel. Berdasarkan kombinasi tersebut, A mempunyai peluang untuk diambil sebagai sampel sebanyak 11 kali, demikian pula dengan B,C,D,E dan seterusnya. Dengan demikian, setiap unit mempunya peluang 11/66 atau 1/6. Secara umum, bila diambil sampel sebanyak n dari populasi N maka peluang setiap unit untuk diambil sebagai sampel adalah n/N.
·         Teknik sampel acak sedrhana bisa juga dilakukan dengan cara Undian /Lotre, cara undian atau lotre dapat dilakukan pada elemen populasi yang jumlahnya relative sedikit (100 atau kurang). Caranya dapat dilakukan pada ilustrasi berikut :
Misalkan seorang peneliti ingin mengetahui pandangan anak-anak jalanan terhadap kehidupan social mereka di kota Selong tercata 95 anak. Untuk menghemat waktu dan biaya si peneliti akan mengambil 20 anak sebagai sampelnya dengan cara acak, maka yang akan dilakukan si peneliti adalah :
a.        Membuat 95 potongan kertas yang diberi nomor dari 1 s.d 95.
b.       Kertas dilipat dan dimasukan ke dalam kotak atau gelas yang diberi lubang kecil pada penutupnya (bayangkan saat ibu-ibu darma wanita yang sedang arisan).
c.        Kotak/gelas dikocok (diaduk-aduk), lalu diambil 1 potong setiap kali pengocokan atau pengadukan.
d.       Angka atau nomor yang tertera dalam kertas tersebut dilihat dan dicatat angkanya sampai dengan pengocokan/pengadukan yang ke dua puluh. Mialkan yang terambil adalah angka 35, maka elemen populasi yang terpilih adalah nomor 35.
·         Ingin mengetahui pendapat anggota DPR komisi II akan wacana di masyarakat, maka nama-nama pada angota DPR komisi II yang berjumlah sekitar 120 dimasukan kedalam kotak, dan nama yang keluar adalah orang yang akan menjadi responden.

2         Sistematis.
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.
Contohnya seperti berikut ini :
·         Untuk mengetahui pendapat pemilih muda pada pemilu Indonesia 2013, maka lembaga survey memintai pendapat pemilih muda di Provinsi Sumsel sejumlah 1000 responden. Dengan komposisi 60% adalah pelajar SMA dan 40% lainnya adalah anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan SMA. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui opini orang-orang yang diasumsikan lebih terpelajar.
·         Kepala Dinas Pendidikan ingin mengetahui bagaimana Motivasi Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Kuningan yg berjumlah 1000 orang dan akan mengambil sempel 100 orang Kepala sekolah kemudian Nama-nama Kepala Sekolah disusun secara alpabetis lalu dipilih sampel per sepuluh Kepala Sekolah utk itu disusun nomor dari 1 sampai 10 lalu diundi utk memilih satu angka jika angka lima yg keluar maka sampel adl nomor 5 15 25 35 dan seterus sampai diperoleh jumlah sampel yg dikehendaki.
·         Jumlah unit dalam populasi sebesar 200 unit, dan besar sampel yang dikehendaki misalnya 40 unit. Berarti k= 200/40= 5. Unsur pertama dapat dipilih secara random dari nomor urut 1 – 5. Jika yang terpilih adalah unit dengan nomor urut 3, unit-unit sampel berikutnya adalah (3+5)= 8, (3 + 10) = 13, (3 + 15) + 18, (3 + 20) = 23, dan seterusnya, sehingga diperoleh unit sampel sebanyak 40 unit.

3         Stratifikasi.
Pengambilan sampel acak Misalnya, kita ingin meneliti gaya penutur bahasa di Sulawesi Selatan. Populasinya adalah semua orang di Sulawesi Selatan yang sudah lancar berbicara. Jelas bahwa populasi tidak homogen, karena di Sulawesi Selatan terdapat lima jenis bahasa dengan gaya penuturan yang berbeda‑beda. Untuk itu, populasi dibagi‑bagi menjadi lima sub‑populasi, yaitu sub‑populasi Bugis, sub‑populasi Makassar, sub‑populasi Mandar, sub‑populasi Tator, dan sub‑populasi Makassar (campuran). Kemudian ditetapkan ukuran sampel untuk masing‑masing sub‑populasi, boleh proporsional boleh juga tidak. Jika tidak proporsional, misalnya dapat diambil 100 orang untuk setiap sub‑populasi, sehingga diperoleh 500 orang yang akan menjadi sampel penelitian. Pengambilan 100 orang dari setiap sub‑populasi tersebut dilakukan secara random.sampel pada setiap strata.
Contohnya :
·         Pengambilan 100 orang dari setiap sub‑populasi tersebut dilakukan secara random.Misalnya, kita ingin meneliti gaya penutur bahasa di Sulawesi Selatan. Populasinya adalah semua orang di Sulawesi Selatan yang sudah lancar berbicara. Jelas bahwa populasi tidak homogen, karena di Sulawesi Selatan terdapat lima jenis bahasa dengan gaya penuturan yang berbeda beda. Untuk itu, populasi dibagi bagi menjadi lima sub populasi, yaitu sub populasi Bugis, sub populasi Makassar, sub populasi Mandar, sub populasi Tator, dan sub populasi Makassar (campuran). Kemudian ditetapkan ukuran sampel untuk masing masing sub populasi, boleh proporsional boleh juga tidak. Jika tidak proporsional, misalnya dapat diambil 100 orang untuk setiap sub populasi, sehingga diperoleh 500 orang yang akan menjadi sampel penelitian.
·         Suatu penelitian dilakukan di Yogyakarta tentang kepatuhan bidan melaksanakan pecegahan  infeksi. Yang di anggap sebagai populasi adalah semua bidan yang berada di rumah sakit swasta atau pemerintah. Jika seluruh bidan yang bekerja di DIY ada 200sedangkan sampel yang di butuhkan sebesar 20 bagaimana cara memilih 20 bidan dari 200 bidan yang ada diwilayah kerja provinsi DIY? Langkah penyelesaian.
-. Menentukan Populasi.
-. Melakukan alokasi sampel. Dengan cara memisahkan berdasarkan karakterisitik sampel. Dalm kasus ini di kategorikan menjadi rumah sakit tipe A, tipe B, tipe C dan tipe D.
-. Menetapkan jumlah sampel untuk setiap sub-klaster.Dimana untuk setiap subklaster terambil sampel.
-. Melakukan acak untuk setiap subklaster.
·         Seorang peneliti ingin mengetahui sikap manajer terhadap satu kebijakan perusahaan. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas cenderung positif sikapnya terhadapkebijakan perusahaan tadi. Agar dapat menguji dugaannya tersebut maka sampelnya harusterdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas, menengah, dan bawah. Dengan teknik pemilihan sampel secara random distratifikasikan, maka dia akan memperoleh manajer diketiga tingkatan tersebut, yaitu stratum manajer atas, manajer menengah dan manajer bawah.Dari setiap stratum tersebut dipilih sampel secara acak.

4         Cluster.
Cluster Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana pemilihan mengacu pada kelompok bukan pada individu. Cara seperti ini baik sekali untuk dilakukan apabila tak terdapat atau sulit menentukan/menemukan kerangka sampel meski dapat juga dilakukan pada populasi yg kerangka sampel sudah ada.Contohnya :
·         Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ingin mengetahui bagaimana Sikap Guru SLTP terhadap Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) besar sampel adalah 300 orang kemudian ditentukan Cluster misal sekolah Jumlah SLTP sebanyak 66 Sekolah dengan rata-rata jumlah Guru 50 orang maka jumlah cluster yang diambil adalah300 : 50 = 6 kemudian dipilih secara acak enam Sekolah dan dari enam sekolah ini dipilih secara acak 50 orang Guru sebagai anggota sampel.
·         Peneliti ingin meneliti karakteristik penduduk Desa Bojongsalam. Desa ini terdiri dari 12 RW. Dari daftar RW dipilih secara random 3 RW. Semua anggota pada 3 RW itu dijadikan sampel. Jika pada setiap RW dipilih hanya 4 RT saja secara random, maka kita melakukan sampel klaster banyak tahap.
·         Seorang peneliti hendak melakukan studi pada populasi yang jumlahnya 4.000 guru dalam 100 sekolah yang ada. Sampel yang diinginkan adalah 400 orang. Cara yang digunakan adalah teknik sampel secara klaster dengan sekolah sebagai dasar penentuan logis klaster yang ada. Bagaimanakah langkah menentukan melakukan sampel klaster banyak tahap.sampel tersebut? Jawabannya adalah Total populasi adalah 4.000 orang. Jumlah sampel yang diinginkan 400 orang. Dasar logis klaster adalah sekolah yang jumlahnya ada 100. Dalam populasi, setiap sekolah adalah 4.000/100 = 40 guru setiap sekolah. Jumlah klaster yang ada adalah 400/40 = 10. Oleh karena itu, 10 sekolah di antara 100 sekolah dipilih secara random. Jadi, semua guru yang ada dalam 10 sekolah sama dengan jumlah sampel yang diinginkan.

Populasi Terbatas :
Populasi terbatas mempunyai sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya. Contoh Soal dari Populasi terbatas adalah :
Diterapkan jika rasio n/N lebih besar dari 0,05. Perusahaan Dian menjual kue sebanyak 500 buah dari berbagai ukuran dan harga. Rata-rata kue yang terjual per kotaknya sebesar Rp 35.000 dengan simpangan baku Rp 15.000. Jika diambil sampel sebanyak 60 buah yang dibeli konsumennya, berapa probabilita rata-rata harga kue dari 60 konsumen tersebut harganya :
a.     Minimum Rp 40.000
b.    Antara Rp 30.000 dan Rp 40.000
Jawab :
Diket : μ = 35.000
        σ = 15.000
        n = 60
N = 500
n/N = 60/ 500 = 0,12
        = 15.000/60 x (500-60)/(500-1)
= 1936,49 x 0,94 = 1820,30

a.        P (x ≥ 40.000)
Z = x  - μ = 40.000 – 35.000 = 2,75 ---------- = 0,4970
σx           1820,30
LDYD = 0,5 – 0,4970 = 0.003
b.       P ( 30.000 < x < 40.000)
Z1 = x  - μ = 30.000 – 35.000 = -2,75---------- = 0,4970
σx                 1820,30
Z2 = x  - μ = 40.000 – 35.000 = 2,75 ---------- = 0,4970
                σx           1820,30

LDYD = 0,4970 + 0,4790 = 0,247

Populasi TakTerbatas :
Populasi tak terbatas yaitu dimana populasi yang sumbuer datanya tak dapat ditentukan batas-batasnya sehingga relatif tidak dapat dinyatakan dalam bentuk.Contoh soal dari populasi tak terbatas adalagh sebagai berikut.
Nilai rata-rata mahasiswa pada mata kuliah Statistika mencapai 75 dan simpangan baku 25. Telah diambil sampel sebanyak 36 mahasiswa. Tentukan berapa probabilita nilai rata-rata statistika mahasiswa tersebut :
a.        minimum 80
b.       antara 63 dan 80
Jawab :
Diket : μ = 75
        σ = 25
        n = 36
σx = σ / √n
     = 25 / √36 = 4,167
a.        P (x ≥ 80)
Z = x  - μ = 80 – 75 = 1,19---------- = 0,3830
σx     4,167
LDYD = 0,5 – 0,3830 = 0.117
b.       P ( 63 < x < 80)
Z1 = x  - μ = 63 – 75 = -2,88---------- = 0,4980
σx       4,167
Z2 = x  - μ = 80 – 75 = 1,19---------- = 0,3830
σx       4,167
LDYD = 0,4980 + 0,3830 = 0,881


Cara Membuat Biodata dengan C++


Pada minggu ini saya akan memberikan sebuah laporan akhir mengenai program C++, pertama-tama kita harus tau apa itu Bahasa pemograman C++. Bahasa pemograman C++ adalah suatu bahasa pemograman yang ditemukan oleh evano christian posumah yang mengembangkannya dari bahasa C, bahasa C++ merupakan bahasa tingkat tinggi.
Dan pada minggu ini saya akan memberikan penjelasan bagaimana cara membuat suatu Biodata (Nama, NPM, Kelas, Jurusan, Fakultas, dan Umur) dengan menggunakan C++, langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
Pastikan di komputer anda telah terinstal aplikasi C++ seperti ini :                                                    


Setelah itu masuk ke dalam programnya dan akan menamilkan layar biru seperti ini :


Nah jika telah seperti ini, maka langkah selanjutnya adalah memasukan koding yang di inginkan, maka kita coba memasuakan kodingan dari biodata itu tersebut, kodingannya seperti ini:




















Logika nya adalah :
-          #include <iostream.h>
#include <conio.h>
Adalah standar header program sekaligus library program C++ dimana iostream.h berfungsi memanggil fungsi cin, cout dan endl. Sedangkan untuk conio.h berfungsi memanggil fungsi clrscr dan getch.

-          Void main () {
Berfungsi sebagai procedure utama pada program C++ yang tidak memiliki nilai balik (return), dan { merupakan symbol awal sebuah blok program pada C++.

-          Char nama[10, npm[10], kelas[30], jurusan[30], fakultas[40];
Merupakan pendeklarasian variabel dimana variabel nama dengan range input 20 memiliki tipe data 20.
-          Cin.getline (nama.30);
Getline berfungsi untuk membaca spasi yang terdapat pada nama di Cin.

-          cout<<”Nama = “;
cout<<”NPM = “;
cout<<”Kelas = “;
cout<<”Jurusan :”;
cout<<”Fakultas :”;
-          cin>>npm;
-          cin>>kelas;
-          cin>>jurusan;
-          cin>>Fakultas;
Cout memiliki fungsi untuk menampilkan apa yang tertera di dalam tanda “ (kutip) yaitu Nama =. Sedangkan cin merupakan fungsi untuk menampung hasil yang user inputkan pada saat program dijalankan. (nama, npm, kelas dst = variabel).
-          Getch (); {
Berfungsi sebagai perintah untuk membaca seluruh kodingan diatas dan menampilkan program tanpa menekan enter. Dan } merupakan simbol yang menandakan akhir dari sebuah blok program.

Jika kodingan telah dipastikan selesai, maka langkah selanjutnya adalah kita run apakah masih ada yang eror atau belum , jika sudah tidak yang eror maka akan muncul output seperti yang di inginkan, dimana biodata yang kita mau adalah sebagai berikut :


























Nah kurang lebih seperti itu cara bagaiaman membuat biodata yang memasukan Nama, Npm , Kelas, Jurusan, Fakultas, dan Usia. semoga dapat membantu kalian yang kesulitan.

Rabu, 25 Maret 2015

ELASTISITAS HARGA

               Sebelum kita memasuki ke dalam pengertian Elastisitas harga, akankah baiknya harus di mengerti apa itu Elastisitas. Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsal dari sebuah variable dengan perubahan variable lainnya. Definisi lainnya, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.  Maka elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relative dari jumlah yang diminta konsumen, akibat adanya perubahan tingkat barang. Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proposional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proporsional dari harga.
               Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah pentig. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan adalah “ tindakan menaikan harga jelas akan menurunkan permintaan”.
Ada 3 konsep yang umumnya di gunakan dalam teori ekonomi mikro, yaitu :
1.      Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand).
Maksudnya adalah derajat kepekaan/respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbandingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun dan sebaliknya.
2.      Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand ).
Yang dimaksud adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer dan juga pendapatan. Permintaan terhadapa harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang. Elastisitas silang merupakan presntase perubahan permintaan dari barang X dibagi persentase perubahan harga dari barang Y. apabila X dan Y bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatife. Contoh : kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena. Dan apabila barang lain tersebut bersifat subsitusi  ( pengganti) maka tanda elastisitas silangknya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi dan sebaliknya.
3.       Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand).
adalah Suatu perubahan (peningkatan / penurunan) daripada pendapatan konsumen akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan pendapatan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Elastisitas harga :
1.      Tingkat Subtitusi : makin sulit mencari subtitusi suatu barang, permintaan makin inelastic.
2.      Jumlah pemakai : makin banyak jumlah pemakai akan suatu barang makin inelastic.
3.      Proporsi kenaikan harga terhadapa pendapatan konsumen, bila proporsi tersebut besar, maka permintaan cenderung lebih elastisitas.
4.      Jangka Waktu : jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh terhadap elastisitas harga.

Kesimpulan :

Jadi kesimpulan yang kita dapat adalah Elastisitas harga merupakan konsep yang sangat penting untuk dapat dipahami di dalam bidang ekonomi. Elastisitas harga mempunyai konsep yang bagus untuk dipakai menganalisis ekonomi. Seperti menganalisis permintaan, penawaran, maupun distribusi kemakmuran.


Rabu, 18 Maret 2015

Permintaan Penawaran Keseimbangan Permintaan Penawaran (Equilibrium)

Permintaan Penawaran Keseimbangan Permintaan Penawaran (Equilibrium)
Sebelumnya yang harus diketahui adalah arti dari permintaan itu sendiri seblum masuk kedalam penawaran dan keseimbangan :

Permintaan :
Permintaan adalah suatu keinganan manusia membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Dapat dinyatakan bahwa permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan harga, tingkat pendapatan, dan dala periode waktu tertentu.

Hukum Permintaan :
Hukum permintaan pada dasarnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan bahwa “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat”.

Kurva Permintaan :
Kurva permintaan dapat di artikan sebagai “ Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta oleh konsumen”.Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Dapat dicontohkan seperti di bawah ini :
            
Kurva yang demikian dapat disebabkan oleh sifat hubungan harga dengan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Adapun berbagai macam permintaan antara lain :
1.      Permintaan Absolut
Yaitu permintaan yang tidak berdaya beli, karena tidak didukung kemampuan untuk membayar.
2.      Permintaan Potensial
Yaitu permintaan yang berdaya beli tetapi belum dilaksanakan.
3.      Permintaan Efektif
Yaitu permintaan yang berdaya beli karena disertai uang yang cukup.


Penawaran :
Penawaran adalah jumlah barang yang ingin di jual oleh penjual pada suatu pasar pada waktu tertentu dengan berbagai tingkatan harga.

Hukum Penawaran
Jumlah penawaran barang berbanding searah dengan tingkat harga, bila harga naik jumlah penawaran bertambah, namun bila harga turun jumlah penawaran berkurang. Jadi intinya dalam masalah ini adalah, semakin tinggi tingkat harga semakin banyak tingkat penawaran, dan semakin rendah tingkat harga semakin sedikit tingkat penawarannya sehinnga kurve penawaran berslove positif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran.
1.      Biaya Produksi.
Kenaikan biaya produksi otomatis mengakibatkan berkurangnya penawaran.
2.      Teknologi.
Kemajuan tekhnologi mampu menambah banyaknya penawaran.
3.      Harapan untuk memperoleh keuntungan.
Semakin besar harapan keuntungan, maka penawaran bertambah dengan harapan keuntungan semakin besar di masa depan.
4.      Tujuan-Tujuan lainnya.
Untuk memenangkan suatu persaingan banyak penjual dengan cara obral, atau untuk menekan harga banyak produksi mengurangi produksi akibatnya penawaran pun banyak berkurang.
5.      Tilmbulnya Produsen baru.
Berdirinya produsen baru akan menambah penawaran.

Kurva Penawaran :
Kurva penawaran dapat bergeser ke kiri ataupun ke kanan. Hal ini disebabkan adanya perubahan dari faktor-faktor yang mempengaruhi, yang telah di jelaskan di atas. Bisa dicontohkan seperti ini :

Pergeseran Kurva Penawaran :
Kurva penawaran dapat bergeser ke kiri dan ke kanan. Hal ini disebabkan adanya perubahan dari factor-faktor yang mempengaruhi.

Keseimbangan Harga :
Setelah mempelajari kegiatan mengenai permintaan dan penawaran, maka dapat dijelaskan :
1.    Menjelaskan arti harga keseimbangan.
2.   Menjelaskan proses terbentuknya harga pasar.
3.   Membuat harga keseimbangan dalam bentuk kurva.
Keseimbangan harga merupakan suatu titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami di dalam mekanisme pasar. Permintaan pembeli yang ingin mendapatkan barang atau jasa dengan harga yang mura dan sesuai yang di inginkan  atau murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Pengertian Keseimbangan (Equilibrium).
Keseimbangan adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dengan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.

Kamis, 12 Maret 2015

Ruang Lingkup ilmu Ekonomi

Ruang Lingkup ilmu Ekonomi

Pengertian ilmu ekonomi :
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Adapun pengertian ilmu ekonimo itu sendiri adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang manajemen rumah tangga tersebut.
Macam – macam kebutuhan :
               Manusia dari sejak lahir sampai dengan meninggal dunia tidak luput dari kebutuhan-kebutuhan akan segala sesuatunya dari mulai kebutuhan yang utama sampai dengan yang biasa saja. Dan untuk mendapatkan kebutuhan yang diinginkan, sangat memerlukan usaha dan sebuah pengerbonan. Hal ini di karenakan manusia dalam menjalani aktifitas kehidupan membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan.
Adapun macam-macam kebutuhan manusia dari mulai kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, hingga kebutuhan yang mewah atau tersier :
·        Kebutuhan Primer :
Adalah kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan oleh manusia karena merupakan suatu kebutuhan pokok dan utama yang mempunyai sifat waib.
Contoh : Sembako, bahan makanan pokok, rumah tempat tinggal, pakaian, dsb.
·        Kebutuhan Sekunder :
Adalah suatu kebutuhan yang diperlukan setelah kebutuhan primer telah terpenuhi atau telah di dapat oleh manusia. Kebutuhan sekunder bersifat sebagai penunjang kebutuhan primer.
Contoh : Makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik, perumahan yang baik, dan sebagainya yang belum memasuki dalam kategori mewah.
·        Kebutuhan Tersier/ mewah :
Adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana, dan berlebihan, hal ini dikarenakan terpenuhinya kebutuhan primer dan sekunder.
Contoh : Fasilitas mobil, motor, computer/ laptop, TV 50 inchi, jalan-jalan ke luar negeri, apartment, dan masih banyak yang lainnya.

Masalah pokok Ekonomi.

               Manusia sering sekali mendapatkan beberapa masalah dalam memenuhi kebutuhannya. Hal ini dikarenakan banyaknya manusia yang kurang puas akan kebutuhannya dan manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas, dan pada akhirnya manusia mendapatkan masalah poko ekonomi dimana masalah ini terbagi kedalam 2 macam, yaitu masalah produsen dan masalah konsumen.

1.      Masalah ekonomi bagi produsen di antaranya sebagai berikut :

A.     Barang jenis apa yang harus di produksi.
B.     Bagaimana barang tersebut di produksi.
C.     Untuk siapa barang tersebut di produksi.
2.      Adapun masalah ekonomi bagi produsen di antaranya adalah :
Masalah pokoknya di karenakan alat yang memenuhi kebutuhan dengan bersifat pemuas sangat terbatas, sedangkan yang kita ketahui kebutuhan manusia tidak terbatas.
Pokok masalah ekonomi.
Poko yang menjadi pemicu suatu masalah ekonomi ada tiga, yaitu : produksi, konsumsi, dan distribusi.
1.      Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
2.      Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
3.      Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.